Rabu, 01 Agustus 2012

informasi akuntansi penuh


Evaluasi konsumsi sumber daya. Sesuatu bias berbentuk produk, jasa, atau aktivitas. Jika manajemen telah merencanakan sesuatu, misalnya pembuatan produk, penyerahan jasa, atau pelaksanaan suatu aktivitas, maka setelah pekerjaan pembuatan produk, penyerahan jasa, dan pelaksanaan aktvitas tersebut terlaksana, ia memerlukan informasi berapa sumber daya yang telah dikorbankan untuk pelaksanaan produksi produk, jasa atau aktivitas tersebut. Informasi ini diperlukan untuk memungkinkan manajemen melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana yang telah dibuat sebelumnya.
Struktur biaya perusahaan pesaing. Informasi biaya penuh yang telah dikeuarkan untuk sesuatu diperlukan oleh manajemen untuk membandingkan efisiensi produksi sesuatu tersebut dengan efisiensi produk yang dilaksanakan oleh produsen lain. Seringkali informasi biaya penuh yang telah dikeluarkan untuk sesuatu dibutuhkan oleh manajemen dalam usaha untuk melihat struktur biaya.
Biaya aktivitas-bukan-penambahan nilai (non-value-added costs). Dengan semakin mudahnya custumers memperoleh informasi mengenai mutu, harga, dan kinerja produk dan jasa yang mereka perlukan, maka customers hanya memilih produk-produk yang sesuai dengn kebutuhan mereka, dengan harga yang terendah diantara harga berbagai produk atau jasa yang ditawarkan oleh para produsen dipasar. Keadaan ini memaksa para prdusen hanya membebani custumers mereka dengan harga produk atau jasa yang benar-benar wajar. Agar costumers terjamin hanya akan dibebani dengan biaya yang wajar, maka produsen harus senantiasa melakukan penyempurnaan aktivitas secara berkelnjutan (continual improvement) yang digunakan untk menghasilkan produk atau jasa. Pengmpulan informasi biaya penuh masa lalu ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam menghilangkan berbagai pemborosan yang terjadi dalam aktivitad untuk menghasilkan produk atau jasa.
Untuk memungkinkan manajemen melakukan penympurnaan secara berkelanjutan terhadap aktivitas pembuatan produk ata penyerahan jasa, merka perlu mengidentifikasikan aktivitas-penambahan nilai sebagai dasarmerka untk melakukan pengelolaan aktvitas (activity management). Pengelolaan aktivitas memerlukan perencanaan penghilangan dan pengurangan aktivitas bukan penambahan nilai dan pemilihan serta pembagian aktivitas penambahan nilai. Manajemen memerlukan hasil pelaksanaan rencana penglolaan aktivitas berupa biaya aktivitas penambahan dan bukan penambahan nilai, sehingga merka memperoleh umpan balik pengurangan biaya yang diperoleh dari pelaksanaan program pengelolaan aktivitas. Umpan balik ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan stategik, seperti penentuan harga jual produk dan keputusan membeli atau membuat sendiri. Informasi biaya penambahan dan bukan penambahan nilai dihasilkan oleh activity based responsibility accountingsystem,
Biaya dapur hasil produk dan jasa (product life cycle). Umumnya, akuntansi biaya tradisonal hanya menyediakan informasi biaya yang bersangkutan dengan produk yang bersangkutan dengan produk yang diproduksi dalam periode akuntansi tertentu.untuk memproduksi diperlukan biaya riet dan pengembangan, biaya tes produksi dan pemasaran, biaya perencanaan kembali bilamana pasar menghendaki perubahan desain, dan biaya-biaya lain untuk mempertahankan suatu produk agar tetap diperlukan oleh customers. Biaya-biaya tersebut digolongkan kedalam kelompok product sustaining cost, yang tidak bersangkutan dengan aktivitas produksi dalam periode akuntansi tertentu.
Biaya mutu (quality cost). Objek informasi dapat berupa mutu produksi jasa. Dalam lingkungan persaingan tingkat dunia, produk bermutu (quality product) merupakan salah satu keunggulan yang diusahakan agar perusahaan menempati posisi tertentu dalam persaingan tersebut. Dengan demikian manajemen memerlukan informasi biaya penuh yang dikaitan dengan berbagai aktivitas untuk mempertahankan dan memperbaiki mutu produk atau jasa agar sesuai dengan mutu yang diharapkan oleh customers.
            Mutu adalah ukuran relative kebaikan suatu produk. Produak bermutu (quality product) adalah  suatu produk yang memenuhi harapan customers. Umumnya konsep mutu dapat dibagi menjadi dua golongan:mutu desain dan mutu kesesuaian. Mutu desain merupakan fungsi spesifikasi produk, sedangkan mutu kesesuian adalah suatu ukuran seberapa jauh suatu produk memenuhi persyaratan atau spesifikasi mutu yang telah ditetapkan.
            Untuk memungkinkan manajemen melakukan perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan tentang mutu produk, manajemen perlu memahami biaya mutu yang merupakan biaya yang terjadi karena adanya atau kemungkinan adanya mutu prodak yang rendah. Jadi, biaya mutu adalah biaya yang bersangkutan dengan penciptaan, pengidentifikasian, perbaikan, dan pencegahan produk cacat.
            Biaya mutu dapat dibagi menjadi empat kelompok: biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan intern, dn biaya kegagalan ekstern.
·         Biaya pencegahan adalah biaya yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat dalam produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Tujuan dikeluarkannya biaya pencegahan ini adalah untuk menurunkan kuantitas produk yang tidak memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditetapkan, sehingga menurunkan biaya kegagalan.cotohnya biaya rekayasa mutu, program pelatihan mutu perencanaan mutu, pelaporan mutu, penilaian pemasok, pemeriksaan mutu, gugus kendali mutu dan penelaahan terhadap desain produk.
·         Biaya penilaian adalah biaya yang dikeluarkan untuk menentukan apakah produk atau jasa sesuai dengan persyatan mutu yang ditetapkan. Contoh biaya penilaian adalah biaya pengujian bahan baku, biaya inspeksi pembungkusan, biaya aktivitas pengawasan, verifikasi pemasok, pengujian dilapangan.
·         Biaya kegagalan intern adalah biaya yang dikeluarkan karena terjadinya ketidaksesuaian produk dengan sesifikasi mutu yang telah ditetapkan namun sudah dapat dideteksi sebelum produk dikirim kepada customers.
·         Biaya kegagalan ekstern adalah biaya yang dikeluarkan karena terjadinya ketidaksesuian produk dengan spesifikasi mutu yang telah ditetapkan, namun baru dapat dideteksi setelah produk sampai kepada tangan customers.
Dengan menyajikan informasi mengenai biaya penuh yang berkaitan dengan mutu produk atau jasa, manajemen memiliki kesempatan untuk menyusun gram yang lebih baik dalam perbaikan mutu produk atau jasa yang dijual kepada customers. Program perbaikan mutu memerlukan perencanaan umpan balik berupa laporan biaya mutu yang berisi informasi biaya penuh sesungguhnya yang berhak atas mutu produk dan jasa dibandingkan dengan iaya yang dianggarkan. Laporan biaya mutu ini digunakan untuk memantau efektifitas pelaksanaan program yang telah diterapkan.
Cost reimbursement. Informasi jumlah biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai kegiatan produksi produk tertentu, penyerahan jasa, atau pelaksanaan suatu aktivitas diperlukan oleh manajemen untuk dasar permintaan penggantian atas biaya-biaya yang dikeluarkan.
Inventory costing. Untuk mempertanggungjawabkan keuangan kepada investor dan pihak luar perusahaan yang lain, manajemen secara periodic memerlukn informasi biaya untuk menghitung kos sediaan produk yang masih dalam proses dan sediaan produk jadi yang masih ada digudang pada akhir periode akuntansi. Biaya nonproduksi dibebankan langsung sebagai biaya, dan dengan demikian dicantumkan sebagai biaya yang mengurangi pendapatan dalam periode terjadinya. Biaya produksi dipecah menjadi dua:
·         Biaya produksi yang melekat dalam produksi yang belum laku dijual dalam periode akuntansi dibebankan sebagai biaya (membentuk kos produk yang dijual) dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari penjualan dalam periode akuntansi yang bersangkutan.
·         Biaya produksi yang melekat dalam produk yang belum laku dijual sampai dengan akhir periode akuntansi tertentu dibebankan sebagai kos sediaan produk (sediaan produk dalam proses dan sediaan produk jadi) dan disajikan sebagai unsure aktiva lancar di dalam neraca akhir periode akuntansi.
Penentuan harga Jual dalam cost-type Contract
Cost – type contract adalah kontrak pembutan produkan pada tk atau jasa yang pihak pembeli setuju untuk membeli produk atau jasa pada harga yang didasarkan pada total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen ditambah dengan laba yang dihitung sebesar persentase tertentu dari total biaya sesuguhnya tersebut. Dalam cost type contract ini, biaya penuh masa lalu dipakai sebagai dasar penentuan harga jual. Harga jual produk berdasarkan cost type contract ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut:
Biaya penuh sesungguhnya                                                                             Rp. 1.000.000
Laba 10% x Rp. 1.000.000                                                                             Rp.    100.000
Harga yang harus dibayar oleh pembeli                                                          Rp. 1.100.000
            Dalam cost type contract produsen dijamin akan memperoleh laba sebesar persentase tertentu dalam biaya sesungguhnya yang telah dikeluarkan untuk penyelesaian kontrak. Dalam kontrak tersebut pemilik proyek memiliki hak untuk melakukan verifikasi bukti-bukti yang mendukung transaksi terjadinya biaya.
Penyusunan program
Penyusunan program adalah proses pengambalian  keputusan mengenai program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran jumlah sumberdaya yang akan dialokasikan kepada setiap program tersebut. Program adalah kegiatan pokok yang teltah diputuskan oleh organisasi untuk dilaksanakan dalam jangka panjang sebagai pelaksanaan strateginya.
Pemilihan program yang akan dilaksanakan dimasa yang akan dating sebagian didasarkan atas informasi akutansi penuh masa yang akan datang yang terdiri atas aktiva penuh, atau biaya penuh, misalnya manajemen puncak menghadapi masalah pemilihan program produk X atau program produk Y. untuk memungkinkan pemilihan satu diantara kedua program tersebut, manejemen puncak perlu membandingkan informasi akuntansi penuh program produk X dengan informasi akuntansi penuh program produk Y. jika dari perbandingan tersebut manajemen puncak memilih program produk X, maka kemudian manajemen mengalokasikan aktiva penuh untuk melaksanakan program tersebut, memperkirakan pendapatan penuh yang akan diperoleh dari program Produk X, serta memperkirakan biaya penuh yang akan dikeluarkan untuk melaksanakan Poduk X tersebut. Informasi akuntansi penuh yang bermanfaat untuk penyusunan program terdiri dari informasi aktiva penuh, pendapatan penuh, dan atau biaya penuh masa yang akan datang, yang bersangkutan dengan program tertentu perusahaan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar